Salat Istikharah
Islam IS My Way Of Life
Selasa, 21 Januari 2014
Salat Witir
Hukum Salat Witir
Salat sunah
witir adalah sunah muakad. Dasarnya adalah hadis
- Abu Ayyub Al-Anshaari Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Witir adalah hak atas setiap muslim. Barangsiapa yang suka berwitir tiga rakaat hendaknya ia melakukannya. Dan barangsiapa yang berwitir satu rakaat, hendaknya ia melakukannya”
- Dari Ubay Bin Ka’ab, ia berkata: “Sesungguhnya Nabi biasa membaca dalam shalat witir: Sabbihis marobbikal a’la (di raka'at pertama -red), kemudian di raka'at kedua: Qul yaa ayyuhal kaafiruun, dan pada raka'at ketiga: Qul huwallaahu ahad, dan beliau tidak salam kecuali di raka'at yang akhir.” (Hr. Nasa’i, Abu Dawud, Ahmad, Ibnu Majah)
Penjelasan:
Perkataan Ubay Bin Ka’ab, “dan beliau tidak salam kecuali di raka'at yang
akhir”, jelas ini menunjukkan bahwa tiga raka'at shalat witir yang dikerjakan
nabi itu dengan satu kali salam.
- Aisyah radhiallahu ‘anha menerangkan tentang shalatnya Rasul di bulan Ramadhan,
“Rasul b tidak
pernah shalat malam lebih dari 11 raka'at, baik di bulan Ramadhan maupun diluar
Ramadhan, yaitu beliau shalat 4 raka'at, maka jangan engkau tanya tentang bagus
dan lama shalatnya, kemudian beliau shalat 4 raka'at lagi, maka jangan engkau
tanya tentang bagus dan lama shalatnya, kemudian beliau shalat witir 3
raka'at.” (Hr. Bukhori 2/47, Muslim 2/166)
Demikian juga dengan hadits Ali Radhiyallahu ‘anhu ketika ia berkata : “Witir tidaklah wajib sebagaimana salat fardhu. Akan tetapi ia adalah sunnah yang ditetapkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam”
Di antara yang
menunjukkan bahwa witir termasuk sunah yang ditekankan (bukan wajib) adalah
riwayat shahih dari Thalhah bin Ubaidillah, bahwa ia menceritakan :” Ada
seorang lelaki dari kalangan penduduk Nejed yang datang menemui Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan rambut acak-acakan. Kami mendengar
suaranya, tetapi kami tidak mengerti apa yang diucapkannya, sampai dekat,
ternyata ia bertanya tentang Islam. Ia berkata “ Wahai Rasulullah, beritahukan
kepadaku salat apa yang diwajibkan kepadaku?” Beliau menjawab: “Salat yang lima
waktu, kecuali engkau mau melakukan sunah tambahan”. Lelaki itu bertanya
lagi : “Beritahukan kepadaku puasa apa yang diwajibkan kepadaku?” Beliau
menjawab ; “Puasa di bulan Ramadan, kecuali bila engkau ingin
menambahkan”. Lelaki itu bertanya lagi : “Beritahukan kepadaku zakat apa
yang diwajibkan kepadaku?” Beliau menjawab : (menyebutkan beberapa bentuk
zakat). Lelaki itu bertanya lagi : ‘Apakah ada kewajiban lain untuk
diriku?” Beliau menjawab lagi : “Tidak, kecuali bila engkau mau menambahkan’.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahukan kepadanya
syariat-syariat Islam. Lalu lelaki itu berbalik pergi, sambil berujar :
“Semoga Allah memuliakan dirimu. Aku tidak akan melakukan tambahan apa-apa, dan
tidak akan mengurangi yang diwajibkan Allah kepadaku sedikitpun. Maka
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sungguh ia akan
beruntung, bila ia jujur, atau ia akan masuk Surga bila ia jujur”
Juga
berdasarkan hadis Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi pernah mengutus Muadz
ke Yaman. Dalam perintahnya : “Beritahukan kepada mereka bahwa Allah
mewajibkan kepada mereka salat lima waktu sehari semalam. Kedua hadits ini
menunjukkan bahwa witir bukanlah wajib. Itulah madzhab mayoritas ulama. Salat
witir adalah sunnah yang ditekankan sekali. Oleh sebab itu Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan salat sunnah witir
dengan sunnah Shubuh ketika bermukim atau ketika bepergian.
Keutamaan Salat Witir
Witir memiliki
banyak sekali keutamaan, berdasarkan hadits Kharijah bin Hudzafah Al-Adwi. Ia
menceritakan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar menemui kami.
Beliau bersabda
“Sesungguhnya
Allah Ta’ala telah menambahkan kalian dengan satu salat, yang salat itu lebih
baik untuk dirimu dari pada unta yang merah, yakni salat witir. Waktu
pelaksanaannya Allah berikan kepadamu dari sehabis Isya hingga terbit Fajar”
[8]
Di antara dalil
yang menujukkan keutamaan dan sekaligus di sunnahkannya salat witir adalah
hadits Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu bahwa menceritakan :”Rasulullah
pernah berwitir, kemudian bersabda : “Wahai ahli Qur’an lakukanlah salat
witir, sesungguhnya Allah itu witir (ganjil) dan menyukai sesuatu yang ganjil”
Rakaat Salat
Salat witir
dapat dilaksanakan satu, tiga, lima rakaat atau jumlah lain yang ganjil
langsung dengan sekali salam. tetapi jumhur ulama berpendapat bahwa salat witir
dilaksanakan dengan satu kali salam tiap dua rakaat dan terakhir satu kali
salam satu rakaat. sebagai contoh apabila salat witir satu rakaat saja maka
satu rakaat satu kali salam. apabila salat witir tiga rakaat maka dilaksanakan
dua rakaat satu kali salam di tambah satu rakaat satu kali salam. apabila salat
witir lima rakaat maka dilaksanakan empat rakaat dua kali salam ditambah satu
rakaat satu kali salam.apabila salat witir tujuh rakaat maka dilaksanan enam
rakaat tiga kali salam ditambah satu rakaat satu kali salam.
Niat Salat
Niat salat ini,
sebagaimana juga salat-salat yang lain cukup diucapkan di dalam hati, yang
terpenting adalah niat hanya semata karena Allah Ta'ala semata dengan hati yang ikhlas dan
mengharapkan Ridho Nya, apabila ingin dilafalkan jangan
terlalu keras sehingga mengganggu Muslim lainnya, memang ada beberapa pendapat
tentang niat ini gunakanlah dengan hikmah bijaksana.
Doa sesudah
salat witir
Allahumma innaa
nas’aluka iimaanan daa’iman. Wa nas’aluka qalban khaasyi’an wa nas’aluka ‘ilman
naafi’an. Wa nas’aluka yaqiinan shaadiqan. Wa nas’aluka ‘amalan shaalihan. Wa
nas’aluka dinan qayyiman. Wa nas’aluka khairan katsiiran. Wa nas’alukal-‘afwa
wal-‘aafiyah. Wa nas’aluka tamaamal-‘aafiyah. Wa nas’alukasy-syukra
‘alal-‘aafiyati wa nas’alukal-ghinaa’a ‘anin-naas. Allahumma rabbanaa taqabbal
minnaa shalaatanaa wa shiyaamanaa wa qiyaamanaa wa takhasysyu’anaa wa
tadharru’anaa wa ta’abbudanaa wa tammim taqshiiranaa yaa Allaah ya Allaah ya
Allaah ya arhamar-raahimiin. Wa shallallahu ‘alaa khairi khalqihi Muhammadin wa
a’alaa aalihi wa shahbihii ajma’iina walhamdulillahi rabbil-‘aalamiin.
Artinya: “Ya
Allah ya Tuhan kami, kami memohon kepada-Mu (mohon diberi) iman yang langgeng,
dan kami mohon kepada-Mu hati kami yang khusyuk, dan kami mohon kepada-Mu
diberi-Nya ilmu yang bermanfaat, dan kami mohon ditetapkannya keyakinan yang
benar, dan kami mohon (dapat melaksanakan) amal yang shaleh, dan kami mohon
tetap dalam dalam agama Islam, dan kami mohon diberinya kebaikan yang
melimpah-limpah, dan kami mohon memperoleh ampunan dan kesehatan, dan kami mohon
kesehatan yang sempurna, dan kami mohon mensyukuri atas kesehatan kami, dan
kami mohon kecukupan. Ya Allah, Ya Tuhan kami, terimalah salat kami, puasa
kami, rukuk kami, dan khusyuk kami dan pengabdian kami, dan sempurnakanlah apa
yang kami lakukan selama salat ya Allah, ya Allah, ya Allah Dzat Yang Maha
Pengasih dan Penyayang.”
Waktu Pelaksanaan
Para ulama
berbeda pendapat mengenai seseorang yang yang berwitir pada awal malam lalu
tidur dan bangun di akhir malam dan melakukan sholat. Sebagian ulama berpendapat
bahwa batal witir yang telah dilakukannya pada awal malam dan di akhir malam ia
menambahkan satu rakaat pada sholat witirnya, karena ada hadist yang mengatakan
"tidak ada witir dua kali dalam semalam". Witir artinya ganjil, kalau
ganjil dilakukan dua kali menjadi genap dan tidak witir lagi, maka ditambah
satu rakaat agar tetap witir. Pendapat in diikuti imam Ishaq dll. Redaksi
hadist tersebut sbb:
Dari Qais bin
Thalk berkata suatu hari aku kedatangan ayahnya Thalq bin Ali di hari Ramadhan,
lalu beliau bersama kita hingga malam dan sholat (tarawih) bersama kita dan
berwitir juga. Lalu beliau pulang ke kampungnya dan mengimam sholat lagi dengan
penduduk kampung hingga sampailah sholat witir, lalu beliau meminta seseorang
untuk mengimami sholat witir "berwitirlah bersama makmum" aku
mendengar Rauslullah s.a.w. bersabda "Tidak ada witir dua kali dalam
semalam" H.R. Tirmidzi, Abu Dawud, Nasai, Ahmad dll.
Pendapat kedua
mengatakan tidak perlu witir lagi karena sudah witir di awal malam. Ia cukup
sholat malam tanpa witir. Alasannya banyak sekali riwayat dari Rasulullah
s.a.w. mengatakan bahwa beliau melakukan sholat sunnah setelah witir. Pendapat
ini diikuti Malik, Syafii, Ahmad, Sufyan al-Tsuari dan Hanafi.
Hadis terkait
Hadis terkait salat
witir:
- "Sesungguhnya Allah adalah witr (ganjil) dan mincintai witr" [HR. Abu Daud]
- "Jadikanlah witir akhir salat kalian di waktu malam". [HR. Bukhari]
- "Barang siapa takut tidak bangun di akhir malam, maka witirlah pada awal malam, dan barang siapa berkeinginan untuk bangun di akhir malam, maka witirlah di akhir malam, karena sesungguhnya salat pada akhir malam masyhudah (disaksikan)" [HR. Muslim]
semoga bermanfaat ..
Doa & Cara Shalat Hajat
Shalat Hajat merupakan salah satu shalat sunnat yang biasanya dikerjakan apabila umat muslim akan mengadakan atau memiliki hajat (Kebutuhan) tertentu yang ingin vepat tercai contohnya ingin dibukakan pintu rejeki, ingin cepat naik gaji, ingin naik pangkat dan masih banyak contohnya.
Hajat secara harfiah artinya kebutuhan. Jika kita memiliki kebutuhan atau keinginan, Rasulullah menganjurkan kita untuk shalat yakni shalat hajat. Di kutip dari (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah) :
“Barangsiapa yang memunyai kebutuhan
(hajat) kepada Allah atau salah seorang manusia dari anak-cucu adam, maka
wudhulah dengan sebaik-baik wudhu. Kemudian shalat dua rakaat (shalat hajat),
lalu memuji kepada Allah, mengucapkan salawat kepada Nabi saw Setelah itu,
mengucapkan “Laa illah illallohul haliimul kariimu, subhaanallohi robbil
‘arsyil ‘azhiim…
Shalat hajat biasanya dilakukan minimal 2 raka’at dan maksimal 12 raka’at dengan salam setiap 2 rakaat. Shalat ini dapat dilakukan kapan saja asalkan tidak pada waktu-waktu yang dilarang untuk melakukan shalat seperti saat matahari terbit atau terbenam atau pada saat menstruasi pada wanita. Kita boleh melakukanya malam atau siang hari.
Niat Sholat Hajat : Ushallii sunnatal haajati rak’aataini lillaahi ta’aala.
Di dalam kitab Tajul Jamil lil ushul, dianjurkan setelah shalat hajat membaca istigfar 100x, Selesai membaca istigfar lalu membaca shalawat nabi 100x, yakni:
Allahuma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin shalaatarridhaa wardha ‘an ashaabihir ridhar ridhaa.
Apabila anda sudah membaca istigfar dan mambaca shalawat nabi maka anda memohon kepada Alloh SWT apa yang kita inginkan kemudian kita membaca doa sholat hajat
Versi Arab:
Versi Latin :
Laa ilaha illallohul haliimul kariimu subhaanallohi robbul ‘arsyil ‘azhiim. Alhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin. As `aluka muujibaati rohmatika wa ‘azaaima maghfirotika wal ghoniimata ming kulli birrin wassalaamata ming kulli itsmin. Laa tada’ lana dzanban illa ghofartahu walaa hamman illaa farojtahu walaa haajatan hiya laka ridhon illa qodhoitahaa yaa arhamar roohimiin.
Artinya: “Tidak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Lembut dan Maha Penyantun. Maha Suci Allah, Tuhan pemelihara Arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap kebaikan. Janganlah Engkau biarkan dosa daripada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Paling Pengasih dan Penyayang.”
Itulah doa setelah sholat hajat sangat mudah sekali bukan untuk di hafal, semoga dapat bermanfaat bagi anda semuanya.
Laa ilaha illallohul haliimul kariimu subhaanallohi robbul ‘arsyil ‘azhiim. Alhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin. As `aluka muujibaati rohmatika wa ‘azaaima maghfirotika wal ghoniimata ming kulli birrin wassalaamata ming kulli itsmin. Laa tada’ lana dzanban illa ghofartahu walaa hamman illaa farojtahu walaa haajatan hiya laka ridhon illa qodhoitahaa yaa arhamar roohimiin.
Artinya: “Tidak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Lembut dan Maha Penyantun. Maha Suci Allah, Tuhan pemelihara Arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap kebaikan. Janganlah Engkau biarkan dosa daripada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Paling Pengasih dan Penyayang.”
Itulah doa setelah sholat hajat sangat mudah sekali bukan untuk di hafal, semoga dapat bermanfaat bagi anda semuanya.
Langganan:
Postingan (Atom)
